Pesan Desy Ratnasari Untuk Artis Yang Terjun ke Dunia Politik

Pesan Desy Ratnasari Untuk Artis Yang Terjun ke Dunia Politik

Pesan Desy Ratnasari Untuk Artis Yang Terjun ke Dunia Politik – Sudah banyak asam garam kehidupan yang dirasakan oleh artis kawakan Desy Ratnasari selama dirinya berkarir di dunia hiburan. Baik itu pengalaman pahit, maupun pengalaman manis telah dilalui oleh pelantun lagu Tenda Biru tersebut.

Baca juga : Marion Jola Tunda Kuliah, Fokus Tekuni Karier

Bahkan, selama puluhan tahun berkarir di dunia hiburan, ada pengalaman yang masih diingat oleh wanita kelahiran Sukabumi itu sampai hari ini. Di awal karirnya, artis yang kini menjadi anggota DPR RI itu mengaku pernah tidur di terminal disaat ingin menjalani syuting.

Pesan Desy Agar Tak Terlena Dengan Nama Besar

“Barangkali bagi selebriti kerjanya lebih ringan dibanding tokoh lain yang bukan artis. Mereka kan punya modal sosial berupa popularitas. Ya mungkin tinggal meningkatkan faktor elektabilitas,” ujar anggota DPR dari partai Amanat Nasional itu.

Namun begitu, Desy berpesan agar tidak terlena dengan nama besar. Sebab, banyak juga dari kalangan selebriti yang menelan kekecewaan lantaran kalah dalam Pileg sebelumnya.

“Tapi ya sama juga, kalau artisnya tidak turun melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat, ya sama saja, sulit,” ujar Desy Ratnasary yang mengaku akan kembali mencalonkan diri untuk Pemilu Legislatif 2019.

Sering Ingat Nasihat Nenek di Kala Susah

“Dulu, saya pernah tidur di terminal sama nenek saya. Karena waktu itu belum punya mobil. Biasanya kan dijemput sama mobil PH. Jadi waktu itu syuting di Sukabumi, dan saya harus pergi ke Cianjur naik Patas AC. Dari Cianjur ke Sukabumi bisnya baru ada habis subuh. Terpaksa tidur di bangku terminal sama nenek,” kata Desy Ratnasari saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2018).

Dari pengalaman itulah, Desy Ratnasari mulai menghargai semua hal. Mulai dari waktu maupun perjalanan karirnya di dunia hiburan. Apalagi, Desy Ratnasari juga selalu mengingat nasihat dari neneknya, bahwa kesulitan merupakan ujian yang membuat dirinya menjadi lebih dewasa.

“Dari situ saya jadi bisa menghargai proses. Nenek saya bilang boleh sebagai manusia kita sedih, tapi sampai berapa lama, setelah itu harus bangkit. Itu yang saya jalani sampai sekarang,” kata Desy Ratnasari.