Nyinyir & Gosip Tanda Kurang Percaya Diri Lho

Nyinyir & Gosip Tanda Kurang Percaya Diri Lho

Dalam kehidupan tentu manusia pernah melakukan nyinyir atau gosip. Ini juga merupakan aktivitas umum masyarakat. Pembicaraan bersama 2 orang atau lebih bisa dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan, baik masyarakat kaya, sederhana, kota atau siapapun.

Gosip atau nyinyir dapat dilakukan dimana saja, di tempat berkumpul sejumlah orang atau populasi seperti kantor, atau cafe atau tempat ramai seperti mall. Mereka akan cari suasana yang pas dengan jumlah tertentu.

Setiap kali berjumpa dengan rekan atau kerabat, tipikal orang yang nyinyir atau suka bergosip tentu ada saja topik yang dibahas dan akhirnya berujung ke momen nyinyir dan ngegosip. Bagi beberapa orang, membicarakan orang lain di lingkaran sosialnya, mengulik keburukan dan kejelekannya serta memandang rendah orang-orang yang dibicarakan seakan membuat perasaan jadi makin senang, nyaman hingga sombong atau menjadi kepuasan tersendiri.

Namun ironisnya, orang-orang yang suka nyinyir dan ngegosip lupa bahwa karma itu ada. Ia bisa saja menjadi bahan pembicaraan orang-orang lain di luar lingkaran sosialnya. Atau yang lebih menyedihkan dan tak disadari lagi adalah ia tak tahu bahwa ia ternyata juga menjadi bahan gosip teman-teman di lingkaran sosialnya tanpa kehadirannya dan tanpa sepengetahuannya. Tentu ada quote yang menjelaskan tentang orang yang suka gosip “jangan kebanyakan ngumpul ngomong in orang, sekalinya tidak berkumpul lo yang di omongin”.

Kebiasaan nyinyir dan ngegosip adalah gambaran dari sikap tidak bisa menerima kekurangan yang ada di dalam diri. Ini juga menjadi gambaran bahwa orang-orang yang suka nyinyir serta ngegosip adalah mereka yang selalu haus akan perhatian, sanjungan dan pengakuan.

Tidak jarang, mereka adalah orang-orang yang ingin menyombongkan apa yang ada dalam dirinya sementara ia lupa bahwa di luar sana masih banyak orang yang lebih hebat dan luar biasa darinya. Terkadang, orang-orang yang suka nyinyir dan ngegosip juga merupakan orang-orang yang tidak berani jujur dengan dirinya sendiri. Ia terlalu khawatir apa yang menjadi kelemahannya dipandang rendah orang lain sehingga ini membuatnya mencari-cari kekurangan serta kejelekan yang pada diri orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *