Kasus Pembunuhan Tersadis di Jepang

Pembunuhan biasanya dilatarbelakangi oleh bermacam-macam motif, misalnya politik, kecemburuan, dendam, membela diri dan sebagainya. Lalu, bagaimana kalau pembunuhan tersebut tidak dilatarbelakangi dengan motif tertentu?

Para pembunuh yang tidak memiliki motif tertentu dalam membunuh korban umumnya adalah pembunuh berantai yang sadis. Kebanyakan dari mereka mengidap penyakit psikologis yang membuat bertindak di luar dari batas. Tak hanya sadis, pelaku ini juga seperti tak menyesal atas apa yang telah dilakukannya, seperti yang telah terjadi di Jepang.

Inilah kasus pembunuhan berantai tersadis yang terjadi di Jepang.

#1. ‘Boy A’

Boy A

Seorang berinisial ‘Boy A’ tega memutilasi seorang murid di Tainohata Elementary School yang diketahui bernama Jun Hase pada 27 Mei 1997. Kepalanya dimutilasi dengan cara yang sadis yaitu digergaji dan dalam mulutnya disumpal dengan sebuah pesan misterius.

Pada akhirnya polisi berhasil menangkap seorang anak berumur 14 tahun yang diduga melakukan pembunuhan tersebut. Bocah itu tidak dipublikasikan identitasnya, dia hanya disebut sebagai ‘Boy A’. Boy A juga mengaku sudah membunuh seorang anak perempuan lainnya berumur 10 tahun bernama Ayaka Yamashita pada tanggal 16 Maret yang juga ditulisnya dalam buku hariannya.

#2. Mamoru Takuma

Mamoru Takuma

Mamoru Takuma adalah seorang psikopatik yang lahir pada 23 november 1963 di Osaka. Ia juga tersangka pembunuhan berantai paling terkenal di Jepang, Osaka School Masacre yang mengidap Macdonalds Triad yaitu sebuah indikator psikopatik yang dibuat oleh seorang psikolog terkenal dunia, JM MacDonald.

Karena kelainan yang ia derita, ia pernah masuk ke Rumah Sakit Jiwa pada tahun 2001, namun melarikan diri sehari kemudian. Pada Juni 2001, ia lepas kendali dan mengamuk dengan bersenjatakan pisau menyerang Ikeda Elementary School serta berhasil menusuk 8 anak kelas 1 dan 2 SD hingga tewas dan melukai 13 anak dan 2 guru.

Namun ia berhasil ditangkap atas kasus pembunuhan tersebut dan hakim menjatuhinya dengan hukuman mati. Pada tahun 2004 akhirnya dia dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.

#3. Tomohiro Kato

Tomohiro Kato

Tomohiro Kato adalah seorang pembunuh yang menabrak 5 pejalan kaki di pusat perbelanjaan Akihabara, Tokyo dan menewaskan 3 orang di antaranya. Tak hanya itu, Tomohiro lantas keluar dari mobil dan menusuk 12 pejalan kaki dengan pisau, yang menewaskan 4 di antaranya.

Diketahui Tomohiro mengalami depresi berat karena masa kecilnya yang tak bahagia dan hidup di bawah tekanan. Tiga hari sebelum tragedi terjadi, dia dan teman kerjanya terjadi perselisihan. Ia menuduh teman kerjanya tersebut telah menyembunyikan baju kerjanya.

#4. Mutsuo Toi

Mutsuo Toi

Mutsuo Toi tinggal di desa Kaio yang berada tidak jauh dari kota Tsuyama, Jepang dan menjadi pembunuh berantai yang tega membunuh hampir separuh warga desa tersebut pada 21 Mei 1938.

Pada malam itu, Mutsuo Toi yang berusia 21 tahun memadamkan listrik di desanya tersebut. Di tengah kegelapan itulah dia membantai 30 orang warga desa satu per satu. Dia menggunakan berbagai senjata dalam setiap aksinya, mulai dari senapan, kapak, sampai pedang samurai. Ironisnya, salah satu warga yang dibantainya adalah neneknya sendiri. Dia kemudian memutuskan bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri saat menjelang fajar.

#5. Tsutomu Miyazaki

Tsutomu Miyazaki

Tsutomu Miyazaki lahir dengan cacat fisik akibat dari lahir secara prematur yaitu telapak tangan dan jari-jarinya menyatu. Karena cacat inilah menyebabkan dia tumbuh menjadi anak yang pendiam dan pemalu. Namun, siapa sangka kalau ia akan menjadi seorang pembunuh berantai yang sadis.

Korban pertamanya Mari Konno yaitu seorang anak perempuan berumur 4 tahun yang dia culik tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke 26. Dia membunuh anak perempuan tersebut dan membuang mayatnya. Namun ia kembali lagi setelah mayat anak perempuan tersebut sudah membusuk untuk mengambil kaki dan tangannya yang kemudian disimpan di dalam lemari.

Korban keduanya yaitu Masami Yoshizawa (7 tahun) yang juga dia culik dan dibunuhnya di tempat yang sama dia membunuh Mari Konno. Aksi paling sadis yang pernah dilakukannya adalah pada korban terakhirnya yaitu Ayako Nomoto (5 tahun) yang dia bunuh sekaligus dia mutilasi.

Sama dengan korban lainnya, dia juga menyimpan potongan tangannya, bahkan meminum darah anak perempuan tersebut dan memakan dagingnya.

Aksi sadis yang dilakukan Tsutomu Miyazaki berakhir setelah polisi menangkapnya pada tahun 1989 atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Setelah polisi menyelidiki tempat tinggalnya, polisi menemukan bukti kejahatannya selama ini dan ribuan materi yang berhubungan dengan anime dan manga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *