Ini Pro dan Kontra Berinvestasi Pada Karya Seni

Ini Pro dan Kontra Berinvestasi Pada Karya Seni

Ini Pro dan Kontra Berinvestasi Pada Karya Seni – Saat ini sudah banyak investor jangka panjang yang mulai mendiversifikasikan portofolio pada jenis aset yang berbeda dan tak biasa.

Di mana ada beberapa investor yang lebih suka berinvestasi pada perhiasan atau koin langka, berinvestasi pada wine berkualitas, bahkan ada juga yang berinvestasi pada karya seni.

Berdasarkan Riset Pasar Seni, harga karya seni telah meningkat lebih dari 1.000% selama 40 tahun terakhir dan beberapa tahun terakhir ini, karya seni telah menunjukkan kenaikan nilai yang konsisten sebesar 25% atau lebih.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi pada karya seni, sangat penting untuk mempertimbangkan pro dan kontra saat berinvestasi karya seni.

Berikut ini penjelasan selengkapnya.

3 Keuntungan Saat Berinvestasi Pada Karya Seni

1. Termasuk Aset Fisik

Saat Anda berinvestasi pada salah satu karya seni, salah satu keuntungan yang akan dirasakan adalah Anda memiliki kemampuan untuk menyimpan, merawat, dan mengelolanya secara langsung.

Hal ini dapat terjadi karena karya seni termasuk aset yang bisa terlihat secara fisik, seperti tanah, emas, dan properti.

2. Nilai Seni Saat Memiliki Aset

Karya seni merupakan jenis aset yang bisa ditampilkan atau dipajang, sehingga para investor bisa menghargai nilai seni yang ada pada karya tersebut.

Anda bisa meletakkan karya seni tersebut pada salah satu sudut rumah untuk mempercantik tampilannya.

3. Tidak Memiliki Fluktuasi Pasar

Saat Anda berinvestasi di pasar uang seperti saham, reksadana, dan yang lainnya pasti akan ada koreksi pasar, volatilitas, dan berbagai fluktuasi yang akan mempengaruhi nilai aset.

Hal tersebut tidak akan Anda temukan saat berinvestasi di karya seni, karena jenis aset ini tidak memiliki fluktuasi pasar.

Dengan demikian, Anda selaku investor tidak perlu merasa khawatir dengan nilai aset yang akan bergerak turun dan berfluktuasi.

4 Kekurangan Berinvestasi Karya Seni yang Perlu Diperhatikan

1. Minimnya Pengetahuan Berkaitan Dengan Karya Seni

Saat berinvestasi di pasar saham, Anda bisa meneliti perusahaan yang akan dibeli, memeriksa fundamental, dan memperhatikan laporan laba rugi yang dimiliki.

Jika investasi dirasa menguntungkan, Anda bisa masuk ke pasar dan membeli jenis saham perusahaan yang Anda inginkan.

Hal di atas sangat berbeda, jika Anda akan berinvestasi pada salah satu karya seni.

Sebelum melakukan pembelian, Anda diharuskan untuk menyerap banyak informasi berkaitan tentang karya seni tersebut untuk bisa mengambil keputusan paling tepat.

2. Bukan Aset Likuid

Karya seni bukan termasuk aset yang likuid, artinya Anda tidak bisa langsung menjual dan mencairkannya saat membutuhkan uang.

Menjual karya seni hampir sama dengan menjual properti dan tanah yang membutuhkan waktu, usaha, dan perencanaan agar bisa mendapatkan harga terbaik.

3. Membutuhkan Perawatan

Sebagai seseorang yang memiliki karya seni, Anda perlu untuk mempertahankan nilainya dengan cara rutin melakukan perawatan atas karya seni secara teratur.

Tidak hanya itu saja, jika diperlukan Anda harus membeli asuransi untuk menghindari bencana seperti kebakaran dan faktor alam yang lainnya.

4. Merawat Seni Anda

Anda bisa menggunakan kuas lembut untuk membersihkan karya seni dari kotoran yang menempel.

Hal yang penting untuk dilakukan adalah jangan menekan terlalu kuat saat sedang membersihkan karya seni.

Selanjutnya, Anda juga perlu menyimpan karya seni tersebut di tempat yang kering dan bersuhu sedang.

Jauhkan karya seni dari sinar matahari langsung, area yang lembab seperti gudang dan ruang bawah tanah, serta jauhkan dari sumber api.

Semakin baik Anda melakukan perawatan atas karya seni, maka akan semakin bernilai karya seni yang Anda miliki.