Ini Lima Pengalaman Horor Para Perias Mayat

Ini Lima Pengalaman Horor Para Perias Mayat

Ini Lima Pengalaman Horor Para Perias Mayat – Selain menjadi pengemudi ojek inline, kini ada profesi baru yang tengah naik daun. Tapi tidak semua orang bersedia untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Karena memang diperlukan mental serta keberanian yang besar. Profesi ini adalah MUA alias make up artist atau perias. Tapi perias yang dimaksud ini lebih spesial, yaitu perias mayat.

Baca juga : 5 Hantu Kalimantan yang Membuat Masyarakat Borneo Ketakutan

Kebanyakan dari kita pasti bertanya-tanya. Emang gak takut ya? Kok serem sih? Nah untuk mengatasi rasa penasaranmu, berikut testimoni dari mereka yang menggeluti profesi perias mayat. Rasa penasaran pasti terjawab.

1. Laura

Laura awalnya adalah make up artist biasa, sampai temannya Margareth menawarkan pekerjaan baru padanya. Ketika ditawarkan, ia mendapat firasat tidak enak dan mendadak kepalanya pusing. Benar saja, ia dipanggil datang ke Perumahan Kompleks Dago Resort. Begitu sampai di tempat tersebut, ia menemukan peti besar berisi mayat wanita yang telah berkulit pucat.

Laura menemukan wanita kembar, sayangnya yang satu sudah tergeletak di peti mati. Ia meriasnya selama satu jam dengan perasaan mencekam. Laura langsung berlari pulang ketika pekerjaannya selesai. Sayangnya ia menemukan gadis yang ia rias, sedang duduk dan menyisir rambutnya di atas meja tamu rumahnya. Kepala dan tubuhnya terpisah, kepala gadis itu ditaruh di meja dan tangannya menyisir kepalanya sendiri.

2. Ira Riswana

Wanita ini dulu sempat tenar namanya di dunia hiburan. Sayang, pesonanya sempat redup karena beberapa hal. Kini ia kembali bersinar, namun dengan profesi yang berbeda. Ira memilih untuk menjadi make up artist. Awalnya ia hanya merias artis, lalu melebar sampai mayat.

Kejadian awalnya sederhana, Ira diminta tolong merias mayat ibu temannya. Kala itu ia merasa santai, karena mayat tersebut ialah ibu kandung sahabat dekatnya sendiri. Namun perasaan berani itu pupus ketika merias mayat yang berbeda di kesempatan kedua. Namun Ira yakin, Tuhan melindunginya.

Menurut Ira, profesi perias mayat memiliki peluang sukses besar. Meski ia tak pernah mematok tarif karena merasa tak etis pada keluarga yang tengah berduka. Namun Ira jujur bahwa seringkali isi amplop yang ia terima, lebih tebal dari bayaran menjadi host.

3. Munawwar

Dia adalah perias mayat kawakan. Pengalamannya menjalani profesi ini telah sampai hingga 10 tahun. Diajak bicara tentang penyesalan yang dilakukan mayat pada hidupnya sudah biasa ia hadapi. Kini ia mengaku lebih tenang menghadapi hal seperti itu.

Menurut Munawwar, mereka yang telah menjadi mayat urusannya sudah berbeda dengan kita yang hidup. Pernah sekali waktu mayat yang ia rias tampak berbicara. Mayat tersebut adalah seorang ibu. Ia meminta maaf karena anak-anaknya banyak menggoda dan membuat kesal Munawwar. Untuk soal bayaran, Munawwar enggan buka mulut. Niat harus bersih, yaitu untuk melepaskan diri si jenasah dari ikatan keduniawian.

4. Agus

Ia adalah rekan seprofesi Munawwar. Agus tinggal di daerah Slipi, Jawa Barat. Pengalaman yang paling berkesan menurutnya adalah sering ditemui orang-orang yang telah selesai dirias. Mereka menemui Agus dalam mimpi sembari mengucapkan terima kasih. Sayangnya wajah mereka yang telah dirias, sering menghantuinya kini.

5. Ver

Masa 30 tahun telah digelutinya untuk merias jenazah. Sekali waktu, ia pernah merias pada pukul setengah dua pagi. Jenazah yang ia rias mendadak didatangi oleh makhluk yang sama persis dan langsung menangisinya. Ketika tersadar hal itu, lampu mendadak mati dan Ver pergi keluar ruangan. Ketika Ver kembali, lampu sudah hidup dan tak ada seorang pun di ruangan.

Profesi perias jenazah membuka luas kesempatan pada siapa saja yang ingin bergabung. Bayarannya tinggi karena tidak semua orang berani melakukannya. Hanya yang berpasrah diri pada Tuhan secara total yang mampu mengatasi tantangan ini. Nah, apakah kamu berani?