Cerita Pekerja Seni Jalanan Yang Ubah Serbuk Gergaji Menjadi Karya Seni Mahal

Cerita Pekerja Seni Jalanan Yang Ubah Serbuk Gergaji Menjadi Karya Seni Mahal

Cerita Pekerja Seni Jalanan Yang Ubah Serbuk Gergaji Menjadi Karya Seni Mahal – Sekelompok pemuda dari Sandarupa Art di kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, provinsi Sulawesi Selatan, layak diacungi jempol. Pasalnya, mereka bisa menyulap serbuk gergaji menjadi lukisan tiga dimensi yang bernilai jutaan rupiah. Namun sayangnya, kreativitas ini malah terabaikan oleh pemerintah setempat.

Baca juga : Ini 7 Trik Jitu Food Photography Dengan Smartphone Biar Instagramable

Para pengrajin ini biasanya memanfaatkan ruang terbuka di lorong tiga, Jalan Pramuka, setiap hari, mereka menuntaskan permintaan pasar dan mencipta karya lukisan baru nan indah.

Untuk menghasilkan sebuah lukisan, dibutuhkan bahan-bahan tambahan seperti lem, tripleks, cat, dan tentunya pigura. pertama-tama, serbuk gergaji diadon bersama lem, kemudian dilekatkan merata di atas tripleks yang telah dibingkai. Setelah kering, mulailah membentuk sketsa sesuai motif atau bentuk lukisan yang hendak dicipta.

Ibarat membentuk relief, tangan-tangan terampil pemuda itu mulai melekatkan sedikit demi sedikit adonan serbuk kayu di atas sketsa tadi. Pada proses ini, didibutuhkan konsentrasi dan kesabaran lebih. biasanya, satu lukisan membutuhkan waktu 4 sampai dengan 5 jam.

Belum berhenti di situ, lukisan basah ini harus dikeringkan dahulu. setelah dirasa cukup, serbuk kayu yang telah berupa itu kemudian dirapikan. selanjutnya, lukisan ini dipoles menggunakan cat khusus hingga menawan hati setiap orang yang melihatnya.

“Lukisan ini dari bahan-bahan limbah bekas, yang dikumpulkan dan kami olah mejadi Lukisan, bahan utamanya dari serbuk kayu,” kata Inno Angga, Pekerja Seni Sandarupa Art.

Lukisan berkarakter kuat ini benar-benar unik. Tak sedikit pencinta seni lukis datang melihat langsung deretan karya mereka. meski kurang diminati pembeli lokal, namun ternyata karya-karya mereka telah menembus pasar ibukota Jakarta hingga ke Papua.

“Harganya berkisaran 700 ribu rupiah hingga 1 Juta rupiah, tergantung juga motif dan tingkat kerjanya,” ungkap Misran, Pekerja Seni Sandarupa Art.

Seperti kerap terjadi di daerah lain, keahlian para pemuda ini juga tidak dilirik Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, padahal karya seni mereka menjadi pintu masuk untuk memberdayakan warga sekitar, bahkan meningkatkan perekonomian di wilayah ini. Di samping itu, perhatian pemerintah setempat sangat dibutuhkan guna mengembangkan bakat dan usaha mereka.