5 Wisata Budaya di Indonesia yang Harus Kamu Lihat

5 Wisata Budaya di Indonesia yang Harus Kamu Lihat

5 Wisata Budaya di Indonesia yang Harus Kamu Lihat – Beberapa waktu yang lalu (13/8) musibah kebakaran menimpa kampung Adat Gurusina, Flores, Nusa Tenggara Timur. Hal itu mengakibatkan berkurangnya cultural heritage di lokasi tersebut. Walaupun penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, tapi terdapat dugaan kalau hubungan arus pendek listrik yang menjadi penyebabnya.

Baca juga : 6 Tips Untuk Menghasilkan Foto Berkualitas Ketika Liburan

Selain kampung adat Gurusina ternyata masih banyak lagi desa adat dan obyek wisata budaya yang ada di Indonesia. Untuk kamu yang hobby travelling dan mengeksplor sesuatu, tidak ada salahnya merubah gaya travelling kamu dan mengunjungi obyek wisata budaya di Indonesia. Selain menambah pengalaman, tentu kamu akan mendapat pembelajaran hidup bermakna yang bisa kamu saksikan secara langsung melalui tradisi dan gaya kehidupan masyarakat setempat.

Berikut 5 destinasi wisata budaya di Indonesia yang wajib masuk ke dalam bucket list kamu

1. Desa Penglipuran, Bangli, Bali

Terletak di provinsi Bali Kabupaten Bangli, Desa Penglipuran terkenal akan desa wisata yang bersih dan teratur. Berawal dari desa adat kini Penglipuran beralih menjadi desa wisata yang bebas di kunjungi oleh wisatawan. Semua bangunan rumah yang ada pada desa Penglipuran memiliki bentuk yang mirip serta penataannya yang teratur.

Pada tahun 1995 desa Penglipuran berhasil mendapatkan Kalpataru. Hal ini disebabkan oleh penduduk asli setempat yang mampu mempertahankan alam sekitar dan adat istiadat serta tradisi yang terus berlangsung hingga saat ini. Untuk menuju ke desa Penglipuran cukup mudah yaitu sekitar 45 menit dari Denpasar. Setelah puas berkunjung ke desa Penglipuran kamu dapat melanjutkan travelling kamu ke Kintamani atau Gunung Batur yang lokasinya tidah jauh dari desa tersebut.

2. Loncat Batu, Nias, Sumatra Utara

Tradisi Loncat Batu di Nias tepatnya di Desa Bawamataluo merupakan tradisi andalan di Nias. Tradisi tersebut memiliki makna mendalam bagi laki-laki nias yang sudah memasuki usia remaja. Dapat dikatakan jika loncat batu merupakan pembuktian diri seorang lelaki yang kuat dan perkasa. Maka tak heran jika seorang lelaki yang mampu melewati batu setinggi 2 meter merupakan prestige bagi dirinya dan keluarga.

Demi mengucap rasa syukur terhadap keberhasilannya dalam meloncat batu beberapa keluarga disana menyembelih beberapa ekor ternak. Untuk kamu yang ingin menyaksikan tradisi loncat batu dari bandara Binaka, Gunung Sitoli, kamu bisa menggunakan mobil atau motor untuk menuju desa Bawamataluo selama kurang lebih 2,5 jam.

3. Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Tana Toraja merupakan salah satu obyek wisata budaya yang sudah terkenal di penjuru dunia. Meskipun perlu waktu 8 jam dari Makasar Sulawesi Selatan, dijamin perjalanan tersebut cukup worth it. Setibanya di Tana Toraja kamu akan disajikan dengan keindahan alam dan bangunan rumah adat dengan konsep arsitektur tradisional yang unik.

Masyarakat toraja juga terkenal ketat dengan kepercayaan, aturan dan tradisi setempat. Maka saat kamu berkunjung ke Toraja tentu dapat menyaksikan tradisi adat setempat yang bermacam-macam. Jika kamu berminat untuk mengunjungi Toraja, silahkan kunjungi laman websitenya www.visittoraja.com untuk menyesuaikan jadwal trip kamu dengan event setempat.

4. Karapan Sapi, Madura, Jawa Timur

Karapan Sapi merupakan ajang pesta rakyat dan sebagai tradisi prestige bagi masyarakat setempat. Karapan sapi berlangsung pada ahkir bulan Agustus atau awal bulan September, sedangkan untuk finalnya diadakan pada akhir bulan September atau Oktober.

Biasanya sang pemilik sapi yang akan mengikuti tradisi karapan sapi ini memerlukan dana yang tidak sedikit karena sapi yang akan bertanding memerlukan perawatan dan asupan makanan atau jamu yang berfungsi untuk membentuk tubuh sapi supaya siap bertanding. Untuk kamu yang tertarik menyaksikan tradisi karapan sapi, silahkan menuju ke lokasi berlangsungnya karapan sapi yang berada di eks karesidenan, Pamengkasan.

5. Desa Sasak Sade dan Sasak Ende, Lombok, Nusa Tenggara Barat

Desa Sasak Sade dan Sasak Ende merupakan desa asli yang dihuni oleh suku Sasak yang letaknya berada di Kabupaten Lombok Tengah. Keduanya mempertahankan kuat tradisi dan bangunan tradisional suku sasak. Hanya dalam waktu 20 menit perjalanan dari bandara Internasional Lombok, kamu dapat menemukan desa Sasak Sade dan Sasak Ende.

Setibanya di desa tersebut kamu akan disambut ramah oleh masyarakat setempat. Beberapa remaja pria mejadi tour guide dan siap untuk memandu wisatawan yang datang. Pada desa Sasak Ende terdapat pertunjukan tari Peresean yang merupakan simbol kejantanan pria di Lombok. Selain itu masyarakat menjual beragam cinderamata dan hasil kesenian dengan harga yang cukup variatif.